Skip to main content

Ketiga

Tak apa sekarang kau tak ingin menatap ku lebih lama tapi aku yakin esok atau esoknya lagi kau akan terpaku dengan pesona ku ini.
~Randi

Kau tak tahu sakit yang kurasakan.
~Aurel
.........................................................

Tanpa menyapa sahabat-sahabat nya yang diseberang meja,dia langsung menghempaskan pantatnya di kursi dengan kasar.dan...

"Bughh...." Suara tas terhempas dimeja

"Morning sist...."sapa Lilo

"Morning say..."sapa Gino

"Morning darling..."sapa Dita,Lina,dan Reina serempak
"hmmm..morning too"balasnya redup
"Hei..what happen to you?sick or..." Tanya Gino menyelidik,belum selesai Lina langsung ikut nyambung
"Heleh...nilai bahasa lo aja masih c pake sok Inggris lagi" ledek Lina
"Eits...big no ya.nilai gue c+ kali" bantah Gino kesal
"Sami mawon mas gino"balas Dita dengan bahasa medok Jawa nya
"Itu sama saja,kak" ucap Reina dengan Bahasa Indonesia yang baik
"Abdi mah apa atuh" ucap Gino sebal
"Lil..tuh temen lo" Lina menyikut lengan Lilo
"Temen lo juga kalii" ucap Lilo sekenanya
"Temen lo" balas Lina tak mau kalah
"Temen lo" ucap Lilo lagi
Aurel yang masih sebal tentang pagi ini menjadi naik pitam mendengar sahabat2nya berdebat.
"Stop it....."teriak Aurel sembari menggebrak mejanya
Mereka yang sedari tadi heboh berdebat kini mulai hening karna terkejut dengan sikap Aurel yang tak biasanya seperti itu.
"Please...Aurel lagi badmood"ucapnya
Mereka tahu jika dia sudah mengucap nama dirinya sendiri berarti dia benar2 sedang ada masalah.
"Ya ampun...harusnya aku bahagia, padahal baru saja bertemu doi.tapi kenapa suasana hatiku jadi sakit ya"ungkapnya dalam hati
"Kalian pernah ngerasain rindu?"tanyanya tiba2
"Hah.????" Seru mereka kompak dengan wajah melongo
"Lupakan.tuh udah ada Bu Sinta" ucap Aurel memberi kode
Suasana kelas mulai sunyi hanya suara" Bu Sinta yang sedang menerangkan pelajaran sejarah didepan kelas.
2 jam kemudian bel istirahat menggema di area sekolah.
****
"Gaes...cao ke Mba Muddah yuk" ajak Lina
"Cao dahh"ucap mereka serempak langsung berjalan beriringan ke kantin
Namun tanpa disangka2,Aurel menemukan sosok Randi duduk dengan seorang wanita.wanita itu masih setia bergelayut di lengan Randi.
"Sabar rel...sabar...inget ya.dia itu gak pernah ngelirik kamu.dan yang wajib diinget..dia udah punya cewek.gak lucu dah masa mau nangis di sini.big no"ucapnya dalam hati
"Ehh..tunggu dah.." kata Lina
"Apaan??" Ucap Gino malas
"Itu liat dulu.." ucap Lina kesal
"Oh.kirain cuma aku aja yang liat.hhh"desahnya sebal
"Itu bukannya kakel kita yang pinter kan?" Tanya Dita
"Oh..iya.demi apa dia udah punya gebetan" Reina tak kalah kepo
"Iya dodol.itu liat aja.serasi kan?" Balas Lilo
"Iya.ah..tapi masih cantikkan gue" ucap Reina
"Huh...pede lo." Sergah Gino
"Kalo menurut lo,gimana rel?" Lina pun menyikut Aurel yang sedari tadi hanya membisu
"Serasi kok" tuturnya cepat
"Apaan sih.yukk ke kantin,gue udah laperrrrr bgt dah"
"Lu mah gitu.yukk"
***
Aurel POV
Sakit memang,tapi apa boleh dikata.cinta tak selalu terpancar cerah.seperti halnya ini,melihatnya bersama dengan orang lain saja sakit.hmm
Author POV
sabar aja rel..besok ku tunjukkan jika itu semua tak benar.ckckck
Salam Rindu

Sayang

Comments