Berbeda dengan Deta yang kesehariannya menjadi sosok laki-laki yang berwibawa dan dapat meneruskan perusahaan yang keluarganya miliki.Namun,hari ini bunda nya bertingkah gila lagi.bagaimana tidak.dia lagi berkonsentrasi meeting,ibunya menelpon tiada henti hanya untuk memintanya menemani shopping di mall.membuat rahangnya mengeras namun apalah daya seorang anak daripada nanti diungkit-ungkit di suruh nikah lagi.ya ampun...mengingatnya saja sudah pusing apalagi denger omelannya.
"....bagian yang ada di samping akan dipoles sedikit dan dibentuk tidak terlalu tumpul agar..." bagian design mobil yang sedang presentasi
"ya sudah, terima kasih untuk hari ini.meeting dilanjutkan besok saja.saya ada keperluan."potongnya
"Baik pak"ucap staf itu
"Silahkan"Deta mempersilahkan semua staf nya untuk membubarkan diri dan dibalas anggukan serta senyum manis para staf nya.
Deta beranjak dari tempat duduknya dan akan keluar namun...
Drrrrrttttt
Bunda
Nak,jemput bunda dulu ya di rumahnya jeng Ira.sekarang ya.
"....bagian yang ada di samping akan dipoles sedikit dan dibentuk tidak terlalu tumpul agar..." bagian design mobil yang sedang presentasi
"ya sudah, terima kasih untuk hari ini.meeting dilanjutkan besok saja.saya ada keperluan."potongnya
"Baik pak"ucap staf itu
"Silahkan"Deta mempersilahkan semua staf nya untuk membubarkan diri dan dibalas anggukan serta senyum manis para staf nya.
Deta beranjak dari tempat duduknya dan akan keluar namun...
Drrrrrttttt
Bunda
Nak,jemput bunda dulu ya di rumahnya jeng Ira.sekarang ya.
Deta
iya bunda,ini Deta mau berangkat.
iya bunda,ini Deta mau berangkat.
Deta menyambar kunci mobilnya dan melangkah tegap menuju basemant kantornya.hingga beberapa menit sudah bersama bunda nya dan langsung pergi ke mall tujuan utama mereka.Belum 1 jam Deta menemani bundanya shopping,dia sudah tak tahan melihat manik" yang menatapnya kagum.
"Oh my...dia ganteng banget yakk"
"Pastinya anak kesayangan tuh"
"Ini moment langka nih...jarang" cowok ganteng nemenin ibunya shopping"
Sesekali Deta tersenyum manis dan melirik ke arah bundanya.
Rumpi para gadis muda yang berada di sekitar deta.meski mereka berbisik" namun Deta dapat menangkap semua pembicaraan mereka.Deta mulai geram tak tahan mendengar semua itu.
"Oh my...dia ganteng banget yakk"
"Pastinya anak kesayangan tuh"
"Ini moment langka nih...jarang" cowok ganteng nemenin ibunya shopping"
Sesekali Deta tersenyum manis dan melirik ke arah bundanya.
Rumpi para gadis muda yang berada di sekitar deta.meski mereka berbisik" namun Deta dapat menangkap semua pembicaraan mereka.Deta mulai geram tak tahan mendengar semua itu.
Deta POV
"Mereka gak punya kerjaan apa ya..rumpi gitu.aku tahu klo cakep tapi gak gitu2 amat kali.duh..jadi risih sendiri"gumamnya dalam hati
Lantas Deta mulai mencari sosok bunda nya yang sedari tadi berkeliaran mencari sepatu yang pas untuk dirinya sendiri.
"bun..."renata tak mendengarkan anaknya sebab masih mencari sepatu yang pas buatnya
"bunda,deta mau ke lantai bawah dulu ya,mau nyari dasi buat meeting besok"bujuk deta sembari mendekat
"kamu suka gitu,makanya nyari calon istri jangan calon pegawai terus"
"kan itu lagi..udah deh bun,deta masih muda.iyah nanti deta cari yang seksi.huh"deta yang mulai sebal berjalan ke lift dan menjauhi bunda nya yang masih berteriak memanggilnya
"Mereka gak punya kerjaan apa ya..rumpi gitu.aku tahu klo cakep tapi gak gitu2 amat kali.duh..jadi risih sendiri"gumamnya dalam hati
Lantas Deta mulai mencari sosok bunda nya yang sedari tadi berkeliaran mencari sepatu yang pas untuk dirinya sendiri.
"bun..."renata tak mendengarkan anaknya sebab masih mencari sepatu yang pas buatnya
"bunda,deta mau ke lantai bawah dulu ya,mau nyari dasi buat meeting besok"bujuk deta sembari mendekat
"kamu suka gitu,makanya nyari calon istri jangan calon pegawai terus"
"kan itu lagi..udah deh bun,deta masih muda.iyah nanti deta cari yang seksi.huh"deta yang mulai sebal berjalan ke lift dan menjauhi bunda nya yang masih berteriak memanggilnya
"Hatiku telah tertimbun bongkahan salju tebal hingga cinta yang hangat telah tiada hingga saat ini.aku ingin suatu saat akan datang seseorang yang memiliki kehangatan sempurna untuk menangkap dan melelehkan salju itu."narasi deta
Comments
Post a Comment