Skip to main content

Tak Terduga



   Hampir sampai di Toko Iman Cell tepatnya diperempatan Jalan Islamiah namun tiba-tiba sepeda birunya kehilangan keseimbangan dan berakhir jatuh.ita tersungkur di sebelah kanan sepeda dan meringis kesakitan.tanpa ita sadari ada seseorang misterius yang menatapnya dari kejauhan tanpa berkedip dan ekspresi orang itu tak terbaca.dia melangkah menuju tempat jatuhnya ita dan membantunya bangun.
“auw...sakit banget.ya allah,kog ga ada orang ya disini.tolong....please,help me..ada gitu kek malaikat yang bantuin aku kayak ditv-tv gituh”ita mengeluh sembari menarik kakinya yang masih tertimpa badan sepeda
“sini aku bantuan”seru seseorang yang sudah didekatnya
“alhamdulilah,akhirnya ada malaikat juga”gumamnya bahagia tanpa memandang orang tersebut
Beberapa detik kemudian setelah ita bangun dengan bantuan seseorang dan shock melihat sosok didepannya yang ternyata cinta pertamanya semasa sma.
 “masyaallah..dari sekian hari dan sejuta orang didunia kenapa bisa-bisanya dia muncul disini sih”ungkapnya dalam hati
“hello ita...kenapa malah melamun kek gitu?”
“cinta yang tak tersampaikan oleh waktu"narasi ita
“gimana gak melamun coba,kamu tiba-tiba didepanku”gumamnya pelan sembari menutup tangannya yang masih terluka
Namun orang itu tak mendengar jelas perkataannya.
“kenapa ta?”tanyanya bingung
“bu..bukan apa-apa kok”sergahnya gugup
“syukur deh,oh ya masih ingat aku gak?namaku Mizan Diantraputra”ucap izan memperkenalan diri
“ah iya...Izan anak ipa 2 kan”sergahnya berpura-pura mengingat padahal sedari tadi sudah ingat
“iyah betul ta”ucap izan membenarkan

Awal yang tak terduga seketika menyambuk perasaannya telah terkubur rapi mengenai cinta pertama yang tak tersampaikan.Adegan itu tak hanya sampai disitu saja,izan yang tak tega dengan keadaan ita langsung menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.namun,tawaran itu sontak membuatnya tersipu malu dan gugup akan hal itu.
“ayo aku anterin pulang”izan menawarkan diri
“enggak usah za,aku bisa pulang sendiri kok”elaknya cepat sembari memalingkan wajahnya yang sudah blush
“Bagaimana bisa dia langsung menolakku begitu.padahal dari dulu aku sangat menginginkan dapat dekat walau sebagai temannya.Mana mungkin ku meninggalkan cintaku ini dalam keadaan terluka.”narasi izan
“emm ya sudah”balas izan sembari melangkah mendekati mobilnya
“cobaan apalagi ini ya allah,bahkan berpuluh-puluh hari aku berdoa agar dapat dekat dengannya namun sekarang aku menolak tawaran dia.oh my god”gumamnya dalan hati
Seketika itu pula,ita langsung megutuk dirinya sendiri yang langsung menolak tawaran dari izan.Namun,yang tak disangka-sangka izan bukannya pergi bersama mobilnya namun mendekati kearah ita dan langsung membantunya masuk ke dalam mobil.
“ayo,aku anterin.aku tahu kita bukan muhrim.tapi ini urgent banget ta.please,kali ini saja ya”ucap ita
“Terima kasih Tuhan telah mendengarkan doa-doa yang tertumpuk menjulang tinggi sedari dulu bahkan sekarang ku masih teriang-iang deretan doa yang selalu kupanjatkan setiap shalat.Dulu semua itu sulit bagiku sebab terlalu menyakitkan menerima realita yang ada.Kini,ku tahu akan kebesaran-MU.Mungkin ini adalah waktu terpanjang dalam menempuh perjalanan jauh hingga baru saja sampai di tempat tujuan.Meski lelah ku tempuh tetapi Kau berikan sebuket bunga mawar sebagai hadiah yang tak dapat ku tolak”narasi ita
“hmm..ya udah,terus ini gimana dong?”ucap ita sembari menunjukkan sepedanya

“apa?oh sepeda.its easy.tinggal dimasukin ke bagasi mobil.udah beres.yuk”izan menjelaskan sembari memasukkan sepeda ita
Next

Comments